pop seblay, danilla.
sepenggal tembang
dua insan
matamu melirik ke dalam belahan jantungku
kutahu apa yang kau bayangkan
senyummu seakan ingin merebahkan imanku
kutahu apa yang kau dambakan
kamu bicara apa
aku jawabnya apa
kamu maunya apa
aku maunya apa
bilang saja suka, yang mudah dicerna
bilang saja enggan untuk terbang
bilang saja sukar tinggalkan yang lama
bilang saja enggan untuk kembang
sama-sama bisa merasa
hanya karena tak dapat bicara
tak berarti bisa merasakan derita
kesadaran nyata
mereka merasa yang sama nyerinya
sungguh jelas, sungguh kita tak beda
aduh, ma.. sudah terlanjur basah
semua dirasa harus sama
saat sama dibilang biasa
mau ikut siapa, tak perkara
karena tiada habisnya
buang saja dulu, sayang
tidur saja dulu, sayang
bagaimana baiknya ini?
aku gundah-gulana
ya sendu sajalah
tak jemu kurasa 'tuk bertemu dengannya hingga setiap hari
membelai rambutnya yang bersandar di dada
tapi sepertinya hanya khayalan
berharap seraya menggigit jari, oh
terang, terangkan dia
buat dia suka
buat dia suka denganku
ku akan menunggunya di seberang nusa
menantinya
menanti dan menanti
oh
ku menanti dan menanti
dengarlah nafasku hmmmm.. apakah kau mampu?
menahan sesak didada yang mengganggu
hingga tiba saatnya engkau tertidur
tak tiada mengerti, tak tiada mengertimu
kuberikan segenap kesungguhanku
selayang seru
diminatinya yang dungu-dungu
suka hatimu
maka dari itu, kan selalu kurayakan
sedih dan bahagia bersamamu
maka dari itu, kupercaya
kau selalu berduka, bercita
jangan jauh-jauhlah
banyak dirimu belum kukenal
ku tak mau ku tergantikan
semasa akan kukerahkan semua
hendaknya menunda perpisahan kita
sekian banyaknya waktu berbicara
dan kita tak mampu curangi dunia
ku ingin segala denganmu
dan kita telah menangis di jalannya
bahwasanya ku akan berdarah untukmu
dan kita 'kan selalu tertawa

Comments
Post a Comment