Bedah Buku #2 The Subtle Art of Not Giving a F*ck - Mark Manson

"Inilah mengapa, bersikap masa bodoh adalah kuncinya. Inilah alasan mengapa itu akan menyelamatkan dunia. Dan kuncinya adalah jika kita bisa menerima bahwa dunia ini benar-benar keparat dan itu tidak apa-apa, karena memang seperti itu adanya." (hal.9)

Mark Manson adalah seorang blogger  ternama dengan lebih dari 2 juta pembaca, dan dia adalah seorang New Yorker. The Subtle Art of Not Giving a F*ck adalah buku pertamanya.

Ada alasan yang lebih baik kenapa gue baca buku ini?


The Background.
      A month ago, masih dengan fase yang sama, ditengah hektiknya kehidupan kerja, kuliah, gaming, pertemanan, dan keluarga gue. Produktivitas gue sebagai makhluk individu masih tergolong kurang, bahkan minus...haha. terpikirlah sebuah tujuan untuk selalu mampir ke Gramedia ketika hangout atau me-time ke mall.

Buku ini duduk manis di barisan Best Seller, tanpa basa basi gue ambil dan liat, langsung tertarik dari melihat judulnya yang unik dan menggelitik. "Did they just use the terms of 'don't give a fuck' as a title? then it gets me right away". Buku ini juga masuk New York Times Best Seller. Tapi sayangnya gak langsung gue beli karena gue pikir pengen langsung baca yang versi asli (bahasa inggris)-nya supaya lebih terasa authentic, karena si Penulis menggunakan banyak swearing yang lebih cocok dan lucu kalo dibaca dalam bahasa inggris. Mulai lah cari online untuk buku ini, tapi sayangnya overprice semua:( niat2 banget cuan-nya. Coba untuk hubungin Fran yang lagi di India dan sering mampir ke bookstore untuk bawain titipan temen2nya, tapi sayang kayaknya terlalu lama untuk nunggu dia pulang kesini.

And a week ago, ketika fase 'krisis produktivitas anxiety' ini kembali lagi, tanpa pikir panjang langsung "comot aja lah gue ke Gramed".

Genre buku ini Self Improvement. Setelah dibaca, buku ini bukan cuma cocok untuk yang sedang merasa dalam titik terendahnya, buku ini juga cocok untuk kita yang sedang diatas namun sedang mencari diri sendiri/arti hidup. Kondisi gue yang pertama btw. HAHAHA.

Here you go.


The Review.
      Mark Manson menuangkan gagasan dan argumentasinya dengan jelas dan terstruktur. Tidak lupa juga dipertegas dengan cerita-cerita tentang pengalaman hidupnya. Mark juga menambahkan sejumlah kisah nyata dari beberapa tokoh yang jarang kita dengar, seperti Charles Bukowski, Dave Mustaine, dan William James.

Buku ini membuat kita menyadari bahwa kita tidak sempurna dan ada batasan-batasan yang memang harus kita terima. Nah prinsip Bodo Amat Mark Manson inilah yang akan mengajarkan kita untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang seharusnya kita tidak pedulikan, karena bodo amat sesungguhnya menyenangkan dan bermanfaat.

Gak sedikit dari berbagai analogi yang disajikan Mark buat gue senyum-senyum sendiri dan berkata dalam hati "iya juga ya". 

Nih, gue coba kasih contoh yang bikin buku ini seru, pada dasarnya manusia terbiasa untuk terlalu peduli sama poin-poin ini: membuat orang kagum, menjadi benar, menjadi sukses, menyenangkan, sopan, senang, merasa baik2 saja, menjadi sempurna.
Nah menurut Mark, kunci hidup tenang itu gaperlu mikirin poin-poin tersebut. Fokus sama hal yang benar-benar kita pedulikan aja, karena kita tidak mungkin baik-baik saja.

This book will not teach you how to gain or achieve, but rather to lose and let go. It will teach you to take inventory of your life and scrub out all but not the most important items. It will teach you how to close your eyes and trust that you can fall backwards and still be okay.

Rating: 4/5.




Comments

Popular Posts